INFO PENTING Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2027/2028 Telah Dibuka! Dapatkan potongan biaya pendaftaran untuk 50 pendaftar pertama.

Sejarah

SEJARAH SMP ISLAM ANDALUSIA 2 KEBASEN

Transformasi Pondok Leler menjadi Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy hingga kini melahirkan kompleks raksasa Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia adalah potret metamorfosis luar biasa dari pesantren salaf murni menjadi pusat peradaban pendidikan Islam modern yang tanpa kehilangan akar tradisi kitab kuningnya. Pondok Pesantren Leler (sekarang resmi bernama Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy) merupakan salah satu pesantren tertua, paling berpengaruh, dan legendaris di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berlokasi di Dusun Leler, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, pesantren ini terkenal secara nasional sebagai salah satu kiblat utama pengkajian Ilmu Alat (Nahwu dan Shorof) dan Kitab Kuning di Nusantara.

Era Perintisan oleh Kiai Zuhdi (1914–1937)

Cikal bakal pesantren ini didirikan pada tahun 1914 oleh Kiai Zuhdi bin Abdul Manan bin Dito Wongso. Beliau adalah cucu dari laskar Pangeran Diponegoro yang melakukan babat alas (membuka pemukiman) di wilayah Kebasen.

Pada masa ini, pesantren didirikan dengan nama Pondok Pesantren Tarbiyatun Nahwiyah. Namun, masyarakat lebih akrab menyebutnya "Pondok Leler" merujuk pada nama dusun setempat. Sesuai namanya (Nahwiyah), sejak awal pesantren ini memfokuskan pendidikannya pada gramatika Bahasa Arab (Ilmu Alat) sebagai kunci utama memahami Al-Qur'an dan kitab-kitab ulama salaf. Pada masa keemasan Kiai Zuhdi, jumlah santri melonjak sangat pesat hingga mencapai kisaran 1.000 orang, dengan sebagian santri bahkan berdatangan dari lintas negara seperti Malaysia.

Pada tahun 1937, Kiai Zuhdi wafat dalam usia yang relatif muda (50 tahun). Karena putra-putra beliau masih sangat kecil, Pondok Leler mengalami masa kevakuman aktivitas selama kurang lebih 7 tahun. Melihat kondisi ini, istri mendiang Kiai Zuhdi, Nyai Muhfilah, bertekad kuat mengirimkan putranya yang bernama Hisyam muda untuk mengembara dan nyantri ke berbagai ulama besar Nusantara agar kelak siap menghidupkan kembali perjuangan sang ayah.

Era Kebangkitan dan Kelahiran nama At-Taujieh Al-Islamy oleh  Mbah Hisyam (1944–1994)

Setelah menempuh pengembaraan ilmu yang sangat panjang di bawah asuhan ulama-ulama top dunia pesantren, seperti Kiai Khozin (Bendo, Kediri), K.H. Hasyim Asy'ari (Tebuireng, Jombang), dan Kiai Kholil bin Harun (Kasingan, Rembang), Syaikhuna K.H. Hisyam Zuhdi (Mbah Hisyam) pulang ke Leler.

Di bawah asuhan Mbah Hisyam yang kharismatik, pondok ini memasuki masa keemasan kedua, hampir seluruh kiyai dan tokoh agama di daerah Banyumas raya pernah mencicipi pendidikan atau minimal melakukan tabarukan (mencari berkah ilmu) ke Pondok Leler. Untuk merestrukturisasi sistem pendidikan, Mbah Hisyam mengubah nama madrasah dari Tarbiyatun Nahwiyah menjadi Syamsul Huda, hingga akhirnya pada akhir tahun 1984 pondok ini resmi diberi nama Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy. Nama ini mengukuhkan identitas Leler sebagai salah satu kiblat utama pengkajian ilmu alat (Nahwu-Sharaf) di Jawa Tengah.

Era Modernisasi hingga Kelahiran Jaringan Andalusia (1994–Sekarang)

Mbah Hisyam wafat pada tahun 1994, dan estafet kepemimpinan dilanjutkan secara kolektif oleh putra-putra serta menantunya, di antaranya K.H. Atho'urrahman  Hisyam (alm), KH Nashuha Kurdi (alm), K.H Sya’bani Muqri (alm), K.H. Dzakiyul Fuad Hisyam, dan K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam).

Periode kepemimpinan K.H. Dzakiyul Fuad Hisyam (Gus Fuad) bersama K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) merupakan fase transisi paling krusial yang mengubah wajah Pondok Leler. Sinergi kepemimpinan antarsaudara ini berhasil membawa lompatan besar bagi Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Kebasen. Kolaborasi kakak-beradik ini berhasil menjembatani warisan salaf yang kuat dengan tuntutan modernisasi, hingga melahirkan Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia yang kini dikenal luas sebagai Lembaga Pendidikan Andalusia.

Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dirintis sejak tahun 2012 di bawah naungan Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah oleh K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam). Sekembalinya Gus Anam dari pengembaraan ilmu yang luas (termasuk nyantri ke K.H. Maimoen Zubair di Sarang dan menimba ilmu di Makkah), beliau membawa visi penyegaran bagi institusi. Gus Anam menginisiasi restrukturisasi kelembagaan dan merespons kebutuhan zaman yang menuntut adanya integrasi pendidikan formal bagi para santri. Mengikuti isyarat batin dan restu dari mertuanya, ulama kharismatik K.H. Maimoen Zubair (Mbah Moen) Sarang, beliau Gus Anam mendirikan kompleks perluasan raksasa berkonsep "The Real Boarding School" dengan nama Andalusia. Kompleks ini memadukan pengajian kitab kuning tradisional tingkat tinggi dengan sekolah formal modern, bahkan kini di Leler telah berdiri perguruan tinggi resmi berbasis pesantren. Melalui kehadiran kompleks Andalusia ini, duet kepemimpinan keluarga Leler sukses membuktikan bahwa pesantren bisa berkembang menjadi sangat modern tanpa harus menanggalkan tradisi lamanya.

Era Pendidikan Formal di lingkungan Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Kebasen
Melihat membludaknya jumlah santri dan kebutuhan masyarakat akan ijazah formal nasional, Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia dibawah payung Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah, kompleks ini dirancang dengan prinsip bahwa santri adalah siswa, dan siswa adalah santri. Kurikulum dikreasi sedemikian rupa agar pembelajaran umum (Kemendikbud/Kemenag) berjalan selaras dengan hafalan nazhom-nazhom kitab salaf (seperti Jurumiyyah, Imrithi dan Alfiyah). 

Dari pondok kedua ini, perkembangan fisik dan akademis berjalan sangat masif. K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) beserta keluarga terus mengembangkan unit pendidikan secara bertahap hingga membentuk ekosistem Lembaga Pendidikan Andalusia yang lengkap hingga perguruan tinggi: 

Lembaga Pendidikan Tingkat Menengah

Tahun 2013 berdirinya SMP Islam Andalusia Kebasen, untuk menampung lonjakan santri di tahun 2018 berdirilah SMP Islam Andalusia 2 Kebasen dan di tahun 2023 berdiri Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) Andalusia tingkat Wustho.

Lembaga Pendidikan Tingkat Atas

Tahun 2015 berdirinya SMA Islam Andalusia Kebasen, untuk menampung lonjakan santri di tahun 2022 berdirinya  Madrasah Aliyah (MA) Andalusia Kebasen, dan di tahun 2023 berdiri Pendidikan Diniyyah Formal (PDF) Andalusia tingkat Ulya.

Lembaga Perguruan Tinggi

Tahun 2020 Berdirinya Ma'had Aly Andalusia(Puncak Akademis), Perguruan Tinggi Pesantren (S1) dengan spesialisasi Takhassus Al-Lughah Al-'Arabiyah wa Adabuha (Bahasa dan Sastra Arab)

Lahirnya SMP Islam Andalusia 2 Kebasen 

SMP Islam Andalusia 2 Kebasen secara resmi dilahirkan dan didirikan pada tahun 2018. Kelahiran sekolah ini merupakan bagian dari perluasan megaproyek sistem pendidikan terpadu (The Real Boarding School) yang bernaung di bawah Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah di kompleks Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Dusun Leler, Desa Randegan, Kebasen, Banyumas.

Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi lahirnya SMP Islam Andalusia 2 Kebasen: 

  • Membludaknya Jumlah Santri (Overkapasitas SMP Islam Andalusia Kebasen)

Cikal bakal sekolah formal pertama yayasan ini adalah SMP Islam Andalusia Kebasen yang didirikan lebih awal pada tahun 2013. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, minat masyarakat dan para wali santri untuk menyekolahkan anaknya di Leler melonjak sangat masif. Akibat ruang kelas dan daya tampung SMP Islam Andalusia Kebasen yang sudah mencapai batas maksimal, yayasan memutuskan untuk melahirkan lembaga baru yang mandiri.

  • Penerbitan NPSN dan Regulasi Mandiri

Untuk memberikan tata kelola manajemen sekolah yang lebih optimal dan rapi, sekolah ini didirikan bukan sekadar sebagai "kelas jauh" atau sisa ruangan dari SMP Islam Andalusia Kebasen. Sekolah ini didirikan sebagai entitas hukum sekolah baru yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) tersendiri, yaitu 69979233, serta menunjuk Bapak Wahyuddin, S.Pd. sebagai kepala sekolah pertamanya.

  • Duet Kurikulum yang Kuat

Sama seperti visi besar pendiri pondok, K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), kelahiran SMP Islam Andalusia 2 Kebasen  ini dirancang agar para siswa usia dini (tingkat SMP) tidak kehilangan kemampuan mengaji kitab kuning di asrama meski harus belajar kurikulum umum nasional di pagi hari. Pembagian waktu diatur seketat mungkin demi mewujudkan profil pelajar yang tangguh dalam ilmu sains umum sekaligus menguasai dasar gramatika bahasa Arab (Nahwu-Sharaf)

Sejak dilahirkan pada tahun 2018 hingga saat ini, SMP Islam Andalusia 2 Kebasen yang berlokasi di Jln. Pondok Leler, Dusun Leler Rt. 001 Rw. 02, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah 53172, Indonesia berkembang menjadi salah satu sekolah swasta terfavorit di wilayah Banyumas Selatan. Sekolah ini aktif dalam berbagai kegiatan literasi digital serta sukses mencatatkan prestasi mentereng. Salah satu portofolio keberhasilan jangka panjang dari sistem pendidikan ini adalah lolosnya para alumni mereka hingga ke kancah internasional, termasuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Setelah era kepemimpinan Bapak Wahyudin, S.Pd., tongkat estafet kepemimpinan SMP Islam Andalusia 2 Kebasen kini dipercayakan kepada Bapak Andri, S.Pd., Gr.. Di bawah nakhoda kepemimpinan yang baru, sekolah ini terus menunjukkan akselerasi perkembangan yang pesat, khususnya dalam tata kelola institusi, inovasi pembelajaran, serta prestasi santri.

Berikut adalah beberapa terobosan dan capaian penting SMP Islam Andalusia 2 Kebasen pada masa kepemimpinan saat ini:

  • Penguatan Tata Kelola Mutu Internal (SPMI)

Dalam aspek manajemen, kepemimpinan baru berfokus pada penguatan tata kelola kelembagaan melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sekolah secara intensif bekerja sama dengan instansi pembina, seperti Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Kemendikbudristek, untuk melakukan pemetaan mutu yang riil di lapangan guna memastikan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) berdampak langsung pada kualitas belajar para santri. sanadku.com

  • Transformasi Digital dan Laboratorium Komputer

Sekolah meluncurkan program Transformasi Digital Kelas yang masif. Guru-guru di SMP Islam Andalusia 2 Kebasen didorong untuk memanfaatkan Papan Interaktif Digital di ruang kelas berdasarkan kerangka teknologi mutakhir (seperti SAMR). Selain itu, sekolah rutin mengadakan pendampingan berkala di laboratorium komputer untuk melatih kompetensi pembelajaran mendalam (deep learning) bagi tenaga pendidik. Sanadku.com

  • Peningkatan Derajat Kesehatan Murid

Selain fokus pada akademik, komitmen pengasuhan di masa pasca-era perintisan ini semakin meluas ke sektor kesejahteraan santri. Salah satu program yang digalakkan adalah inisiatif peningkatan status kesehatan dan gizi murid secara terprogram di lingkungan boarding school. 

  • Kelanjutan Tradisi Prestasi & Akses Internasional

Komitmen dalam Kelanjutan Tradisi Prestasi & Akses Internasional di SMP Islam Andalusia 2 Kebasen terwujud secara nyata melalui berbagai pencapaian mutakhir. Sekolah ini berhasil membuktikan bahwa sistem boarding school tradisional yang berbasis pesantren mampu bersaing di kancah akademik nasional sekaligus membuka jalan lebar menuju pendidikan global. 

Berikut adalah portofolio prestasi dan peta akses internasional yang dicatatkan oleh sekolah baru-baru ini:

  •  Akses Internasional: Gerbang Emas Menuju Kairo, Mesir

Puncak dari visi internasional sekolah ini dibuktikan dengan keberhasilan program kelanjutan studi alumninya. 

Kuliah di Universitas Al-Azhar: Melalui artikel resmi yang dirilis oleh media lembaga Andalusia, sejumlah alumni SMP Islam Andalusia 2 Kebasen secara resmi diberangkatkan untuk menempuh studi lanjut ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.
Akselerasi Kurikulum Keagamaan: Capaian prestisius ini merupakan buah manis dari integrasi kurikulum bahasa Arab, pendalaman kitab kuning secara intensif, serta jaringan global yang dibangun oleh pengasuh pondok pesantren, K.H. Zuhrul Anam Hisyam.

  •  Tradisi Prestasi Akademik & Riset Nasional

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI): Menunjukkan taringnya di bidang riset, 4 tim peneliti muda dari SMP Islam Andalusia 2 Kebasen sukses lolos seleksi proposal OPSI tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Ini membuktikan bahwa kultur berpikir kritis dan sains telah mengakar kuat pada diri para santri.

  • Olimpiade Bahasa Arab (OBA):

Pada ajang OBA ke-9, delegasi sekolah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 dan Harapan 1 di kategori SMP Boarding, yang sekaligus mengantarkan perwakilan sekolah melaju bertanding ke Tingkat Nasional di Jakarta.

  • Pelestarian Budaya dan Literasi Daerah

Selain unggul dalam bahasa Arab dan riset modern, sekolah ini tetap menjaga akar budaya lokal. Perwakilan siswanya sukses memborong gelar Juara FTBI tingkat Sub Rayon 06 Banyumas (pada cabang Maca Geguritan serta Maca lan Nulis Aksara Jawa) dan berhak melaju mewakili wilayahnya ke tingkat Kabupaten.