KEBASEN – SMP Islam Andalusia 2 Kebasen resmi memulai langkah baru dalam peningkatan mutu pembelajaran digital dengan menggelar pertemuan perdana Komunitas Belajar (Kombel) guru pada Senin, 7 September 2026 di Lab. Komputer Sekolah. Mengangkat tema inovasi teknologi, pertemuan perdana ini berfokus pada Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) Berdasarkan Kerangka SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition) Framework untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh dewan guru ini dibuka langsung secara resmi oleh Kepala SMP Islam Andalusia 2 Kebasen, Andri, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya bagi para pendidik di lingkungan pesantren untuk terus adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi santri.
“Pertemuan perdana Kombel ini menjadi momentum penting bagi kita untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas. Papan Interaktif Digital bukan sekadar pengganti papan tulis biasa, melainkan alat strategis untuk mentransformasi cara kita mengajar agar lebih interaktif, kreatif, dan berdampak pada pemahaman siswa,” ujar Andri, S.Pd., Gr. dalam arahan pembukanya.

Mengupas Tuntas Integrasi Teknologi dengan Kerangka SAMR
Untuk memberikan pemahaman secara komprehensif, guru TIK sekolah, Ahmad Khanan Azka, S.Kom., hadir sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan bagaimana mengintegrasikan Papan Interaktif Digital (PID) bukan hanya sebagai alat bantu visual (level Substitution atau Augmentation), melainkan sampai pada tahap memodifikasi dan merancang ulang pengalaman belajar yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan tanpa teknologi (level Modification dan Redefinition).
Dalam sesi tersebut, para guru tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan fitur-fitur unggulan PID, mulai dari manipulasi objek digital, integrasi multimedia, hingga pemanfaatan kuis interaktif yang dapat melibatkan santri secara aktif di kelas.

Kombel sebagai Motor Penggerak Kurikulum Sekolah
Ketua Tim Pengembang Kurikulum(TPK) Muhammad Dani Mujahid, S.Pd.,Gr. selaku Koordinator Kombel menyampaikan Implementasi teknologi di kelas tidak boleh berjalan parsial atau sekadar mengikuti tren, melainkan harus terintegrasi secara struktural dalam dokumen dan praktik kurikulum sekolah. Di sinilah Komunitas Belajar mengambil peran krusial sebagai laboratorium sekaligus Motor Penggerak utama. Sebagai penggerak kurikulum, Kombel di SMP Islam Andalusia 2 Kebasen dirancang untuk memecahkan tiga tantangan utama dalam pembelajaran modern:
- Sinkronisasi Teori dan Praktik: Menjadi ruang bagi guru untuk menerjemahkan capaian pembelajaran (CP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP) ke dalam aktivitas kelas nyata yang berbantuan Papan Interaktif Digital (PID).
- Standardisasi Mutu Mengajar: Memastikan seluruh guru, lintas mata pelajaran, memiliki standar kemampuan yang sama dalam memanfaatkan fasilitas digital sekolah, sehingga tidak ada ketimpangan kualitas belajar antar-kelas.
- Refleksi Berkelanjutan: Menyediakan wadah berkala bagi guru untuk mengevaluasi apakah integrasi teknologi yang dilakukan sudah benar-benar meningkatkan pemahaman santri atau justru sebaliknya.
Melalui Kerangka SAMR yang dibedah dalam pertemuan ini, tim pengembang kurikulum ingin menggeser paradigma lama. Guru-guru didorong untuk tidak lagi menggunakan teknologi hanya pada tahap Substitution (sekadar mengganti buku fisik ke PDF atau papan tulis ke layar digital tanpa perubahan fungsi). Target jangka panjang kurikulum sekolah adalah mencapai tahap Modification dan Redefinition, di mana teknologi PID digunakan untuk menciptakan tugas-tugas baru yang interaktif, kolaboratif, dan tidak mungkin terwujud dengan metode konvensional.