Terkenal dengan julukan "Pondok Leler", Program Kitab Kuning serta penguatan gramatika Nahwu dan Sharaf yang terintegrasi penuh dengan Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia merupakan pilar utama keunggulan di SMP Islam Andalusia 2 Kebasen. Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia Leler di bawah naungan Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah Banyumas merupakan wujud nyata keberhasilan pesantren legendaris dalam melakukan adaptasi zaman. Transformasi ini mengubah wajah Pondok Leler dari sebuah pesantren salaf tradisional yang berbasis kamar-kamar bambu (gedek) menjadi sebuah ekosistem pendidikan terpadu yang megah, tanpa mencabut akar orisinalitas keilmuan klasiknya.
SMP Islam Andalusia 2 Kebasen dengan konsep The Real Boarding School, status murid dan santri melekat secara utuh sehingga kurikulum nasional sekolah berjalan selaras dengan pendalaman literatur Islam klasik (turats) di pesantren.
Program unggulan Kitab Kuning terintegrasi ini dirancang dengan metode yang sistematis dan terukur:
Pembelajaran "Ilmu Alat" yang Kuat dan Mendalam
Agar mampu membaca dan memahami Kitab Kuning dengan benar (tafaqquh fiddin), santri dibekali secara intensif dengan ilmu gramatika bahasa Arab yang menyeluruh. Ini mencakup Nahwu, Sharaf, I'rab, I'lal, hingga Balaghoh. Target utamanya adalah melatih kemampuan komunikasi teks secara fasih, baik dari segi pengucapan (nuthqon shohihan) maupun penulisan (kitabah shohihah).
Standar Hafalan Nadhom Sebagai Syarat Kenaikan dan Kelulusan
Ciri khas utama dari integrasi kurikulum di SMP Islam Andalusia 2 Kebasen adalah adanya target hafalan kitab nahwu-sharaf:
-
Syarat Naik Kelas: Kelas 7 syarat naik kelas 8 fokus pada Matan Al-Jurumiyyah, Nadhom Jurumiyyah Jawa, dan dasar Nadhom Imrithi. Sedangkan Kelas 8 syarat naik kelas 9 Pendalaman dan penyelesaian hafalan Nadhom Imrithi secara utuh (sekitar 254 bait) serta pengenalan Nadhom Maqshud (Shorof).
-
Syarat Kelulusan: Kelas 9 SMP ditargetkan minimal menghafal 250 bait Kitab Alfiyah Ibnu Malik sebagai salah satu syarat kelulusan.
Sinkronisasi Waktu dan Pola Jadwal Harian Terpadu
Agar santri tingkat Tsanawiyah/SMP tidak kelelahan namun tetap mendapatkan porsi kajian turats (kitab kuning) yang intensif, waktu belajar dibagi menjadi dua poros besar:
-
Waktu Sekolah Formal (Pagi - Siang, 07.00 - 12.00 WIB): Santri fokus pada kurikulum nasional di kelas formal SMP Islam Andalusia 2 Kebasen.
-
Waktu Diniyah (Siang – Sore, 13.30 – 16.00): Di sinilah sinkronisasi waktu kepesantrenan masuk. Pembelajaran Nahwu-Sharaf pada sesi ini lebih bersifat teoretis, kontekstual, dan terkadang memanfaatkan media modern seperti Papan Interaktif Digital (Interactive Smartboard) untuk memetakan struktur kalimat (I'rab). Pembelajaran dilanjutkan secara berjenjang melalui program pesantren. Waktu utamanya adalah setelah jamaah Subuh (untuk Lalaran / hafalan nadhom masal) serta setelah Maghrib hingga menjelang tidur (untuk kajian kitab)
Jenjang Berkelanjutan Menuju Kader Ulama
Untuk mencetak kader ulama yang tafaqquh fiddin (pakar dalam ilmu agama) dan adaptif terhadap zaman, Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah Banyumas mendesain SMP Islam Andalusia 2 Kebasen bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai poros fondasi dasar dari ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Kurikulum integratif ini dirancang sebagai program jangka panjang. Fondasi matang yang dibangun sejak bangku SMP Islam Adalusia Kebasen dan SMP Islam Andalusia 2 Kebasen diproyeksikan untuk berlanjut ke jenjang SMA Islam Andalusia, MA Andalusia Kebasen atau Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Andalusia tingkat Ulya. Di jenjang lanjutan tersebut, santri akan mengkaji literatur yang jauh lebih luas hingga mampu menghafal penuh 1000 bait Alfiyah Ibnu Malik.
Melalui integrasi kokoh ini, SMP Islam Andalusia 2 Kebasen berhasil mencetak generasi muslim yang berpengetahuan modern, berwawasan kebangsaan, sekaligus memiliki kapasitas keilmuan agama yang orisinal berbasis Ahlussunnah wal Jama'ah.